Menjelaskan tentang suatu Fakta, Konsep, Prinsip, Prosedural dan Pemodelan dalam Matematika.

Tiga Guru Matematika Paling Berpengaruh dalam Hidupku

Ku awali tulisan ini dengan mengucapkan bismillah hirrohman nirrohim. Tulisan yang akan menceritakan tiga guru yang paling berpengaruh dalam hidupku.

GURUKU PAHLAWANKU

Guru adalah suatu profesi yang bertugas untuk mengajari dan mendidik siswa. Mengajari ialah bagaimana siswa dapat mengetahui dan mendidik ialah bagaimana siswa dapat berakhlak baik. Dua hal inilah (mengajar dan mendidik) yang menjadi tugas seorang guru SD, SMP, dan SMA (atau sederajat).

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Berkatnya banyak orang-orang yang hebat lahir dari tangan terampil seorang guru. Tidak akan menjadi seorang presiden, tentara, polisi, dokter dan lain-lain tanpa adanya seorang guru. Tidak akan ada perjuangan bangsa ini tanpa peran guru di dalamnya, bagi mereka tintanya adalah senjata dan ilmunya adalah peluruhnya. Mereka tak perna lelah berdiri di depan kelas, berbicara walau sakit, bernafas terengah-engah, rasa capek berubah menjadi senyum dan bahagia ketika melihat siswanya sedang belajar. Bagiku mereka adalah artis papan tulis yang mengandalkan papan dan alat tulisnya dengan berbagai gaya rupa-rupa (gaya mengajar hehe) serta menampilkan kualitas dan performance terbaiknya. Mereka ingin cepat-cepat bertemu dengan siswanya, bercerita tentang semua hal, pengetahuan, pengalaman, dan nasehat-nasehat bijak. Meski pun demikian, gaji yang sedikit atau pun tidak digaji bukan menjadi alasan untuk mogok atau tidak semangat mengajar karena bagi mereka mengajar adalah kesenangan, harapan, dan cita-cita untuk mencerdaskan anak bangsa. Begitu tinggi harapan seorang guru kepada kesuksesan siswanya walau harus melampaui kesuksesan gurunya, akan sangat bangga seorang gurunya melihat siswanya menjadi orang yang sukses dengan mengatakan "Itu loh si fulan/fulana, dia adalah anak didik saya loh...!" (mengatakan itu dengan sangat bangga dan percaya diri). Begitulah seharusnya guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. (Walau pun kebanyakan guru-guru sekarang dicitrakan bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa tetapi pahlawan dengan jasa sertifikasi hehe)

Tiga Guru yang Paling Berpengaruh dalam Hidupku

Yang pertama guru SD saya. Namanya Cici Sanggoleo, beliau sekarang sudah menjadi kepala SDN 1 Unaasi tempat saya belajar dulu. Dialah yang mengajarkan saya pertama kalinya menulis, membaca, dan berhitung. Mengajari saya penjumlahan dan pengurangan bilangan satuan, puluhan, dan ratusan. Saya selalu dapat 100 dalam mata pelajaran matematika loh mungkin saya berbakat di matematika ya hehe. Sebenarnya tidak sih, bakat bukanlah yang utama, yang utama adalah kesenangan. Kalau senang insya Allah dapat menumbuhkan minat dan bakat untuk mempelajarinya. Singkat kata berkat beliaulah matematika saya khususnya aritmatika dasar terbentuk baik dalam memhami konsep bilangan maupun logika dalam perhitungan. Disinilah awal saya mengenal matematika sebagai ilmu berhitung hingga menamatkan sekolah dasar saya di SDN 1 Unaasi tersebut. Selanjutnya saya melanjutkan sekolah di SMPN 3 Unaaha, tetapi sekarang sudah ganti nama SMAN 1 Anggaberi. Apakah di sekolah yang baru tersebut dapat minat dan bakat yang baru ?

Yang kedua adalah guru matematika SMP saya, ibu guru yang paling cantik ibu Minarsi (hehe). Beliau adalah guru matematika saya di kelas VII. Bagi saya beliau adalah ibu guru penyumbang besar pengetahuan matematika saya di bidang Aljabar dan Geometri. Pada saat itu saya mulai mengenal matematika bukan hanya dalam hal berhitung. Ternyata matematika itu seperti ini ya. Aku tidak ada habis-habisnya dan bosan-bosannya menceritakan ibu yang satu ini kepada teman SMPku. Sampai saat ini belum ada ibu guru yang dapat membuat saya jatuh cinta kedua kalinya dengan matematika (oh betapa indahnya jatuh cinta itu hehe). Paling ingat kalau beliau lagi kesel, bahkan suara-suaranya masih terekam dalam memoriku. Keletihannya mengajari kami tidak perna ditampakkan, yang penting adalah kami bisa belajar matematika. Beliau paling rajin menulis di papan kemudian menjelaskannya dengan bahasa yang baik, aku masih ingat tulisannya (hehe) Beliaulah yang membuat minat dan bakat saya dimatematika mulai jelas. Meski pun demikian hampir saja saya mengabaikan matematika karena ada juga mata pelajaran bahasa inggris yang membuat saya senang belajar, dan juga IPA fisika dengan berbagai eksperimen dan rumus-rumusnya. Tetapi mereka tidak berhasil membuat saya jatuh cinta hanya ibu minarsi loh hehe.

Setelah aku SMA disinilah masa kegelapan dimulai. Tidak ada pengenalan baru matematika, aku hanya mengenal matematika itu sebagai aritmatika, aljabar, dan geometri. Aku mulai melupakan matematika, aku hanya berbekal ilmu yang telah ada waktu belajar di SD dan dan SMP saja. Aku seakan-akan disuruh belajar sendiri. Mereka hanya menikmati hasil dari guru-guruku sebelumnya. Kecewa banget gitu loh. (Masih banyak yang akan saya ceritakan tapi spasinya mulai habis, mungkin pada tulisan selanjutnya) hehe). Sekarang aku menemukan guru inspirasi selanjutnya siapakah dia ?

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan santun, Trimakasih!

Proteksi Artikel

Advertisement

Copyright © Matematika Ku Bisa. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design